Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 April 2009

Inter Gagal Menyabet Copa Italia

Pupus sudah harapan Inter Milan menjuarai Copa Italia musim ini. Il Nerazzuri hanya menang tipis 1-0 atas Sampdoria. Dan Sampdoria menuju final dengan agregat 3-1 untuk menantang Lazio.
Bermain di San Siro, Milan, Jumat (24/4), Inter berambisi mengejar ketinggalan agregat 0-3 dari Il Samp. Sampdoria berpeluang lebih dulu di menit 8 lewat tendangan Paolo Sammarco. Tapi hasilnya nihil.
Memasang tiga mata panah sekaligus, Julio Cruz, Mario Balotelli dan Zlatan Ibrahimovich, Inter balik menyerang. Alhasil di menit 27, umpan Julio Cruz dijadikan gol oleh Zlatan Ibrahimovich. Skor 1-0 untuk Inter.
Sejatinya pasukan Jose Mourinho berpeluang menggandakan keunggulan di menit 36. Sayang tendangan jarak jauh yang dilepaskan Ibra membentur tiang. Peluang emas pun sirna sudah.
Di babak kedua, Inter tetap dengan usahanya. Tapi aksi Hernan Crespo yang menyambut umpan Ibra juga masih belum berbuah gol. Tendangan pemain asal Argentina tersebut melebar dari gawang Luca Castellazzi.
Di sisi lain, Sampdoria juga tidak mau kalah sibuk. Semangat tetap berkobar kendati beberapa peluang yang dibangun Antonio Cassano dan kawan-kawan tidak juga menembus jala Julio Cesar.
Ambisi Inter untuk menyamakan agregat menjadi 3-3 pun hancur. Apalagi setelah Marco Materazzi diusir keluar lapangan. Tersisa 10 orang, Inter lemah. Skor 1-0 pun bertahan hingga laga berakhir.

Minggu, 19 April 2009

Wasit Tertidur, Pertandingan Sepak Bola Ditunda

Pertandingan divisi tiga di Argentina, Minggu (19/4) ditunda karena tidak ada yang memberitahu kepada wasit yang bertugas bahwa ia sedang ditunggu.
Salah seorang ofisial klub mengatakan wasit Ariel Montero tertidur di rumahnya, sekitar 600Km dari tempat pertandingan, ketika dihubungi dua jam sebelum pertandingan untuk mempertanyakan keberadaannya.
Surat kabar The Clarin melaporkan sekitar 1.000 penonton harus melakukan perjalanan jauh untuk menyaksikan pertandingan antara Alumni de Villa Maria dan Racing de Cordoba.
"Hakim penjaga garis berada di hotel sedangkan Montero belum tiba sehingga kami amat khawatir," kata Presiden Alumni Guillermo Morelatto dalam wawancara radio. "Mereka menghubunginya ke rumahnya dan ia mengatakan ia tidak tahu. Ia bahkan sedang tidur. The council (panitia penyelenggara) mengatakan mereka tidak menghubunginya karena tugas itu diserahkan kepada bidang lain. Setelah dihubungi wasit itu mengatakan tidak tahu. Sudah terjadi kesalahan."
Clarin melaporkan Racing menolak wasit digantikan sedangkan polisi tidak mengijinkan pertandingan dimulai sebelum Montero tiba.

AZ Alkmaar Kembali Raih Gelar Liga Belanda

AZ Alkmaar meraih gelar juara Belanda kedua kalinya setelah Ajax Amsterdam gagal mengalahkan PSV Eindhoven pada pertandingan Minggu (19/4).
AZ mengangkat piala kemenangan itu pertama kali pada 1981 kendati kalah 1-2 di kandang sendiri atas Vitesse Arnhem, Sabtu (18/4).
Klub itu unggul 11 angka dari Twente Enschede dengan sisa tiga pertandingan dan sembilan poin yang diperebutkan dan berhak mengikuti babak penyisihan grup Liga Champions musim mendatang.
Gelar kemenangan itu merupakan yang kelima bagi pelatih Louis van Gaal setelah ia membawa sukses Ajax pada 1994, 1995 dan 1996 serta membawa Barcelona ke puncak kejayaan mereka pada 1998 dan 1999. Pelatih Belanda itu menjadi direktur teknik Ajax ketika klub itu meraih gelar dalam kompetisi liga pada 2004.
Kemenangan AZ itu untuk memperbaiki hasil dua tahun lalu, ketika dalam pertandingan final musim itu mereka dikandaskan lawan mereka.
Ketika itu, mereka menempati urutan atas klasemen dengan beda selisih gol ketika turun lapangan tetapi kekalahan 2-3 di Excelsior Rotterdam membuat PSV Eindhoven, yang berhak mengangkat piala itu. "Hasil ini tetap tidak memupus hasil buruk pada 2007, karena sebenarnya kami meraih dua gelar tahun itu," kata Van Gaal kepada mingguan Belanda Voetbal International
Van Gaal kecewa dengan penampilan timnya yang tidak seperti biasanya dengan mengatakan, "kami tidak dapat mengatasi tekanan dalam pertandingan itu. Terlalu banyak pemain yang tampil tidak seperti biasanya. Kami gagal memberikan rasa puas kepada penonton kami, karena tidak tampil sesuai harapan mereka. Tapi kami siap dengan gelar ini."

Strategi Sriwijaya FC Main Normal Lawan Gamba Osaka

Sriwijaya FC (SFC) berjanji akan menerapkan strategi permainan normal dan melupakan antifootball atau permainan bertahan penuh pada laga melawan kesebelasan Gamba Osaka, Jepang, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel), Selasa (21/4).
"Kami akan bermain normal. Jika kalah, bola akan bertahan. Jika menang bola akan menyerang," ujar Rahmad Darmawan, pelatih SFC, di Palembang, Senin (20/4).
Menurut Rahmad, perubahan strategi itu perlu diterapkan karena berkaca dari pengalaman pertemuan pertama yang berakhir dengan skor 5-0 di Stadion Expo '70 Osaka, Jepang (8/4).
"Kami hanya mampu bertahan 35 menit dalam menerapkan antifootball. Selebihnya gawang langsung kebobolan. Mereka memiliki bermacam-macam variasi menyerang sehingga serapat apa pun pertahanan pasti akan kebobolan juga," ujar mantan pelatih Persija dan Persipura ini lagi.
RD, biasa Rahmad disapa, mengaku tak ada pilihan lain selain mengubah strategi. Pilihannya jatuh pada strategi normal, bukan menyerang. "Jika bermain normal, diharapkan masih ada peluang untuk mencetak gol dibandingkan dengan hanya bertahan atau hanya menyerang," kata pelatih asal Metro, Lampung, ini pula.
RD pun tidak membantah, jika pertandingan SFC melawan Gamba Osaka juga dijadikan sebagai ajang uji coba formasi dan komposisi pemain untuk kepentingan keberhasilan pada kompetisi Copa Indonesia dan ISL (Indonesia Super League).
"Kami beruntung bisa bertemu Gamba Osaka sebelum berlaga melawan Persib di Copa kemarin karena barisan belakang menemukan formasi ideal setelah ditempa melawan klub besar. Diharapkan pada laga kali ini, banyak pelajaran yang didapatkan tim lagi," kata pelatih berusia 42 tahun ini.

Hattrick Inzaghi Bawa Milan Kalahkan Torino

AC Milan naik ke tangga kedua klasemen Seri A setelah Filippo Inzaghi mencetak hattrick untuk membawa timnya mengalahkan Torino 5-1 pada laga kandang, Minggu (19/4).
Tim asuhan Carlo Ancelotti yang sedang dalam penampilan terbaik tersebut menyamai angka Juventus dengan 64 poin namun masih 10 poin di bawah pimpinan klasemen Inter Milan dengan sisa enam pertandingan lagi.
Dengan hasil seri 1-1 Juve di kandang melawan Inter pada laga Sabtu (18/4), Milan memiliki keuntungan untuk melaju dan hal itu dimulai Inzaghi dengan mencetak angka pertama untuk tim David Beckham itu pada menit ke-13.
Beckham, kembali ke jajaran pemain yang turun lapangan setelah dua pertandingan duduk di bangku cadangan, membawa pengaruh besar dan Inzaghi dengan cepat menambah angkanya lewat tendangan mendatar, membuat tim urutan keempat dari bawah Torino semakin tidak berdaya.
Inzaghi, 35, memanfaatkan umpan lambung dari Ronaldinho pada babak kedua untuk melahirkan hatrik, disusul angka tambahan dari Kaka melalui titik penalti. Ivan Franceschini mempertipis kekalahan Torino namun Massimo Ambrosini dengan cekatan kembali menambah angka untuk Milan pada menit ke-90.
Ancelotti, dikait-kaitkan dengan Chelsea dan Real Madrid, diperingkatkan para petinggi klub itu bahwa urutan ketiga merupakan tingkat paling rendah yang diharapkan mereka dalam musim ini, setelah terseok pada urutan kelima musim lalu.
Urutan kedua yang diraih mereka sementara ini, kelihatannya membuat tingginya semangat dalam menyongsong pertandingan melawan Juve pada 10 Mei di San Siro khususnya dalam membuat rekor head-to-head tim pada posisi raihan poin yang sama.
Fiorentina menyia-nyiakan waktu untuk masuk ke babak penyisihan keempat Liga Champions karena menderita kekalahan 1-3 di Udinese.
Kekalahan tim ururan keempat Genioa 0-1 atas Lazio Sabtu membuka pintu bagi klub Florence tetapi Udinese, terlempar dari kompetisi Piala UEFA Kamis, mengamankan posisi mereka dengan kemenangan setelah pemain tengah Gaetano D'Agostino mencetak angka dua kali. Fiorentina berada di urutan kelima dua angka terpaut dari Genoa.
Tim urutan bawah Reggina berusaha tetap pada laju kompetisi liga mereka setelah di kandang sendiri menang 1-0 atas Atalanta. Fabio Ceravolo menggebrak pada babak pertama untuk tim Reggio Calabria itu, yang empat angka terpaut dari Torino dan berada dalam posisi aman.

Dalglish Tangani Pembinaan Liverpool

Kenny Dalglish akan kembali ke Liverpool sebagai anggota staf pendukung pelatih Rafa Benitez, demikian dilaporkan koran-koran Inggris, Minggu (19/4).

Dalglish, 58, yang pernah menjadi pemain besar klub tersebut, akan berperan sebagai penasehat dalam membantu mengembangkan para pemain muda, demikian menurut laporan.

Mantan pemain asal Skotlandia yang pernah berkiprah sebagai pemain Liverpool pada 1985-1991 itu tidak akan terlibat dalam melatih tim utama, meskipun klub tidak membuat pengumuman resmi.

Benitez yang baru-baru ini menandatangani kontrak baru untuk tetap berada di Anfield hingga 2014, juga bertugas untuk memperbaiki struktur pemain muda di Akademi Liverpool, dan Dalglish mungkin akan terlibat.

Dalglish pernah ikut memenangi enam gelar liga bersama Liverpool dan membawa klub menjuarai Piala FA dan Liga pada 1986 dan juga tiga Piala Eropa.

Everton Kandaskan MU (Manchaster United)

Everton sukses kandaskan Manchester United dengan unggul 3-2 melalui adu penalti pada laga semifinal Piala FA di Stadion Wembley, London, Inggris, Minggu (19/4).
Setelah bermain imbang tanpa gol hingga selesainya babak perpanjangan waktu 2 X 15 menit, pertandingan akhirnya ditentukan melalui tos-tosan. Eksekusi dua algojo MU, Dimitar Berbatov dan kapten Rio Ferdinand berhasil dimentahkan kiper Everton Tim Howard, yang pernah menjadi pilihan utama Sir Alex Ferguson di MU. Sedangkan satu penendang Everton Tim Cahill, tendangannya melambung di atas mistar kiper MU Ben Foster.
Dengan kemenangan itu, Everton bakal bertemu Chelsea di laga final. Ini menjadi upaya Everton untuk meraih gelar yang telah 14 tahun tidak pernah mereka raih.
Sebaliknya MU pupus harapan merangkai lima gelar musim ini. Setelah dua gelar teraih oleh pasukan Old Trafford--Piala Dunia Antarklub dan Piala Liga Inggris--skuat asuhan Ferguson berharap masih mampu menuai dua gelar tersisa yakni Liga Inggris dan Liga Champions Eropa.
 

Friends